counseling room

Psychology Words of the day

"I" Message

Suatu pernyataan yang menggambarkan perasaan yang kita rasakan dan bagaimana perilaku seseorang mempengaruhi perasaan kita. Pada dasarnya, pesan ini merupakan salah satu cara yang membuat orang lain mau mendengarkan dan kooperatif. Pernyataan semacam ini adalah salah satu cara yang tidak judmental (menghakimi) dalam mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara lebih efektif.

title

Depresi!!!!!

Kehidupan manusia modern saat ini -sepertinya- tidak bisa lepas dari kondisi lingkungan yang menekan. Tekanan itu datang dari segala hal, seperti masalah keluarga, lingkungan pertemanan, dan juga lingkungan kerja. Apabila seseorang tidak dapat mengatasi tekanan-tekanan tersebut dengan baik maka berpotensi menimbulkan ketegangan-ketegangan yang tertahan dalam diri hingga pada akhirnya dapat mengarah ke kondisi depresi. Kata terakhir ini tentu tidak asing di telinga kita. Entah mengetahuinya dari media, melihat langsung di lingkungan, atau bahkan pernah mengalaminya sendiri. Apa dan bagaimana sebenarnya depresi itu, dampaknya, dan bagaimana penanganan yang tepat pada seseorang yg depresi?
 
Definisi gangguan depresi adalah gangguan mental yang dikarakteristikan dengan rasa sedih yang dalam dan berkepanjangan. Penderita hilang minat (interest) pada sesuatu yang sebelumnya menyenangkan baginya. Biasanya disertai dengan perubahan-perubahan lain pada dirinya misalnya berkurangnya energi, mudah lelah dan berkurangnya aktivitas, konsentrasi dan perhatian yang berkurang, harga diri dan kepercayaan diri yang berkurang, rasa bersalah dan tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan pesimistis, gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri, tidur terganggu, dan nafsu makan berkurang.

Pada dasarnya depresi adalah penyakit yang menyerang "keseluruhan hidup seseorang", meliputi seluruh tubuh, suasana perasaan dan pikiran. Depresi juga mempengaruhi pola makan dan tidur. Gangguan ini tidak sama dengan seorang yang dalam keadaan kelelahan atau malas. Seorang yang mengalami gangguan depresi tidak dapat "menguasai diri" dan keadaaannya untuk dapat kembali pada keadaannya seperti semula. Tanpa penanganan yang baik maka gejala-gejala tersebut mengakibatkan terganggunya fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi penting lainnya dari seseorang dan gejala tersebut berlangsungnya jadi lebih lama. Penanganan yang sesuai dapat menolong seseorang yang depresi untuk cepat kembali menjadi lebih baik.
 
Dokter-dokter terkemuka mengatakan bahwa depresi itu berasal dari peristiwa-peristiwa yang penuh dengan stress. Peristiwa hidup yang penuh stress juga mengawali munculnya schizoprenia, anxiety disorder dan gangguan psikogis lainnya, tetapi orang yang depresi dilaporkan lebih mudah terpengaruh daripada orang lain. Sumber stress seperti kehilangan orang yang dicintai, perceraian, kegagalan dan tekanan pekerjaan dapat memberi sumbangan untuk munculnya depresi. Selain itu, depresi dapat juga disebabkan karena ada faktor gen atau karena tidak berfungsinya beberapa faktor fisiologis yang mungkin diwarisi ataupun tidak.
 
Untuk menemukan penyebab depresi kadang-kadang sulit sekali karena ada sejumlah penyebab dan mungkin beberapa diantaranya bekerja pada saat yang sama. Dari sekian banyak penyebab itu, antara lain adalah apa yang disebut faktor psikososial. Para ahli percaya bahwa peristiwa kehidupan memegang peranan penting dalam terjadinya depresi. Salah satu bentuk peristiwa kehidupan adalah kehilangan, yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

a.  Kehilangan abstrak: kehilangan harga diri, kasih sayang, harapan atau ambisi.
b. Kehilangan sesuatu yang konkrit: rumah, mobil, orang atau bahkan binatang kesayangan.
c.  Kehilangan hal yang bersifat khayal (tanpa fakta) : merasa tidak disukai atau         
     dipergunjingkan orang
d.  Kehilangan sesuatu yang belum tentu hilang: menunggu hasil tes kesehatan, menunggu  
     hasil ujian, dan lain-lain.
 
Secara lengkap gambaran depresi dapat ditandakan dengan hal-hal seperti berkurangnya minat atau gairah pada segala hal, atau hampir segala hal, dalam aktivitas sepanjang hari, ataupun hampir sepanjang hari, berat badan menurun secara signifikan tanpa melakukan diet atau penaikan berat badan, insomnia hampir setiap hari, kehilangan energi hampir setiap hari, munculnya perasaan tidak berharga atau perasan bersalah yang berlebihan dan tidak sesuai, berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau keragu-raguan, hampir setiap hari, serta yang paling mengkhawatirkan adalah bila ada pikiran berulang tentang kematian, pikiran berulang untuk bunuh diri.
 
Pada dasarnya, ada beberapa hal yang dapat disarankan oleh seorang ahli/ konselor/psikolog ketika menghadapi seseorang yang depresi. Antara lain adalah dengan melakukan Relaksasi Teknik Stabilisasi (Lightstream). Pada teknik relaksasi ini seseorang dilatih untuk melakukan relaksasi ketika ia sedang merasa tertekan. Ia diminta untuk menutup mata dan menarik nafas perlahan-lahan lalu melepaskannya. Kemudian, Ia diminta untuk membayangkan adanya sebuah sinar yang dapat membuat dirinya merasa nyaman. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan psikoedukasi mengenai pentingnya untuk tetap berkegiatan, seperti olahraga, bekerja, dan bersosialisasi dengan lingkungan. Hal-hal tersebut dapat membantu untuk mengurangi depresi atau kecemasan dan menumbuhkan rasa percaya diri. Selain itu, diingatkan dan ditekankan pula mengenai manfaat berbagi dan bersikap terbuka dengan orang lain. Dengan berbagi masalah maka dapat membantu seseorang untuk mengurangi kecemasan, membuat perasaan menjadi lebih baik, dan dapat pula membantu untuk memecahkan masalah.
 
Sumber gambar : http://flyuly.com/wp-content/uploads/2011/06/Depression-Part-II_article.jpg

 

Nov 3, 2011 - 0 comment - 147 Views | Other Articles | By Arya Verdi Ramadhani
Facebook ShareTwitter Share
Response This Post

Terdapat kesalahan dalam pengisian form komentar, untuk lebih jelas lihat di bawah.

Captcha image