Bebas Mencari Passion!
Saya pernah membaca sebuah buku yang sangat menarik tentang kaitan antara passion dan job (pekerjaan). Dalam buku tersebut, disampaikan berbagai fakta menarik tentang banyaknya orang-orang yang setiap hari bekerja tetapi ternyata tidak sesuai dengan passion-nya atau tujuan hidupnya. Alhasil, orang-orang tersebut hanya mendapatkan hasil dari pekerjaan yang dilakukannya (gaji, tunjangan, jabatan, dan sebagainya) tetapi tidak mendapatkan kepuasan batin dari pekerjaannya tersebut. Mungkin saja hal tersebut juga terjadi pada diri kita selama ini.
Apakah sebenarnya passion itu? Jika boleh mengutip definisi yang tercantum dalam buku tersebut, passion is not what you’re good at. It is what you enjoy the most. Passion adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan minat pribadi kita. Sesuatu yang sangat ingin kita lakukan dalam hidup kita. Namun, jangan disamakan antara passion dengan hobi karena hobi lebih kepada hal-hal yang kita sukai; sesuatu yang memberikan kesenangan saat kita melakukannya. Berbeda dengan passion yang menimbulkan kepuasaan dan kebahagiaan, yang mungkin hanya kita sendiri yang dapat merasakannya.
Saya punya definisi sendiri tentang apa itu passion, yaitu unlimited journey atau perjalanan tanpa batasan ruang dan waktu yang mengarah kepada satu titik tertentu, yaitu mimpi terbesar dalam hidup kita. Sebagai manusia, keberadaan fisik kita dibatasi oleh usia yang sudah ditentukan oleh Tuhan. Namun, hasil karya kita sebagai manusia tidak akan lekang dimakan waktu meskipun kita sudah tidak lagi ada di dunia ini. Tidak percaya? Dengarkanlah musik indah karya Mozart atau rasakan manfaat berbagai jenis lampu ciptaan Thomas Alfa Edison.
Jika kita sudah memiliki passion, maka kita adalah passion itu sendiri. Dimanapun kita berada, orang akan melihat passion kita dalam segala kata dan tindakan kita. Diri kita adalah brand yang paling kuat dari mimpi terbesar kita. Yang lebih menakjubkan lagi, dengan passion yang kuat, hal itu akan menarik berbagai hal di sekitar kita yang disadari akan membantu kita mencapai mimpi terbesar kita. Kenapa bisa begitu? Karena orang-orang di sekitar kita akhirnya juga akan mengetahui passion kita dan hal itu akan tercermin dalam pembicaraan sehari-hari kita dengan keluarga, teman, rekan kerja, dan lainnya sehingga banyak informasi baru dan mungkin juga bantuan yang akan mempermudah kita mencapai tujuan hidup kita.
Lalu, bagaimana caranya untuk menemukan passion dalam hidup kita? Ternyata passion bukan sesuatu yang harus kita cari karena sebenarnya passion telah ada dalam diri kita. Yang perlu kita lakukan adalah melakukan komunikasi yang jujur dengan diri kita sendiri tentang apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup ini. Namun, tahukah anda bahwa ternyata ini adalah proses yang sangat sulit untuk dilakukan? Karena ternyata lebih mudah menggali informasi terdalam dari orang lain dibandingkan dari diri sendiri. Anda setuju dengan saya tentang hal ini?
Seorang psikolog asal Belanda, Ineke Vant Lint, pernah menyampaikan alasan mengapa seseorang sulit untuk menemukan sesuatu yang benar-benar mereka inginkan atau mimpi terbesar dalam hidupnya. Pertama adalah apa yang disebut sebagai anti-dream-program yang telah tertanam erat dalam pikiran kita sejak kita masih kecil. Ketika masa kanak-kanak, kita sering ditanya apa cita-cita kita dan dengan polosnya kita menjawab bermacam profesi. Namun, ketika dari mulut mungil kita muncul muncul jawaban yang dinilai terlalu tinggi, maka orangtua kita akan segera mengatakan, ”jangan mimpi terlalu tinggi nak, tar kalo ga kesampean, sakit lho rasanya!” atau mengatakan ”wah hebat cita-cita kamu nak” tapi mungkin sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh mendukung kita dan berharap suatu hari kita akan mengubah cita-cita kita menjadi lebih realistis. Sebagian dari kita memang hidup dalam lingkungan keluarga dan budaya yang tidak suportif untuk mencapai suatu mimpi dalam hidup kita. Kita lebih sering diarahkan untuk mencari pekerjaan yang dapat menjamin kita ”hidup”.
Kedua adalah karena mimpi kita selalu berada di luar zona nyaman (comfort zone) hidup kita. Bagi kita yang saat ini sedang bekerja di kantor dengan mendapatkan gaji yang tetap dan berbagai tunjangan lainnya, hal itu akan menjadi salah satu hambatan terbesar bagi kita yang ternyata memiliki mimpi untuk menjadi penulis buku misalnya. Kita memiliki comfort zone masing-masing dan menjadi tantangan bagi diri kita untuk keluar dari comfort zone tersebut dan menyongsong mimpi terbesar kita.
Ingatlah sesuatu yang sulit bukanlah sesuatu yang mustahil. Telah ada ribuan orang beruntung yang saat ini telah berhasil menemukan passion dalam hidup mereka. Artinya kita memiliki kesempatan untuk bisa dalam posisi mereka suatu hari nanti. Pertanyaannya adalah apakah kita pernah sungguh-sungguh mencoba mencari passion kita? Pernahkan kita menyempatkan diri dalam suatu situasi dimana hanya ada kita dan keheningan dan lalu kita bertanya kepada diri kita sendiri, ”apa yang sebenarnya ingin kita lakukan dalam hidup kita?” Jika belum, maka jadikan itu sebagai langkah pertama kita untuk menemukan passion kita.
Lalu renungkanlah hal-hal berikut ini. Apa yang menjadi minat kita selama ini? Hal-hal apa yang selama ini menjadi daya tarik (interest) untuk lebih kita dalami? Selain itu, kemampuan (skills) apa saja yang telah Tuhan berikan kepada diri kita? Sejauh mana kita telah menggunakan seluruh kemampuan tersebut untuk membantu kita mewujudkan mimpi terbesar kita? Dan yang terakhir, berdasarkan interest dan skills tersebut, kegiatan apa yang dapat kita lakukan yang dapat memberikan nilai tambah kepada orang lain? Hasilnya adalah kita akan semakin dekat dengan apa yang menjadi passion kita.
Yang juga sering menjadi pertanyaan adalah, apakah seseorang yang bekerja sesuai dengan passion-nya akan dapat ”hidup”? Well, jika yang menjadi persyaratan untuk dapat ”hidup” adalah pekerjaan yang menghasilkan uang, oleh karena itu passion kita hendaknya sesuatu yang dapat memberikan nilai tambah kepada orang lain. Mengapa seperti itu?
Bacalah cerita di bawah ini untuk memberikan gambaran kepada kita semua kaitan hal di atas.
There was a story about a small town with a ski resort which attracted a lot of tourists, which in turn helped the town’s economy. However, when it snowed, the snowfall collected on the power cables, until the weight was enough to collapse the cables, resulting in several power outages. Slowly but surely, tourists stopped coming, so the town held a meeting to discuss how to solve the problem of having snow collect on the power cables. Solutions were tossed out for quite some time.
Then somebody shouted in a loud voice from the back of the room and said “Let’s hang pots of honey on the power cables to make the bears climb up. When the bears climb up and get the honey, their movement will shake the snow off the power cables.”
The audience laughed and somebody else deciding to play along said “How will we refill the pots of honey?” “We’ll use a helicopter”, another person said.
Then the answer dawned upon them. By having a helicopter fly by the power lines, the wind from the propellers would shake the snow off.
Inti dari cerita di atas adalah jika kita tahu bagaimana caranya memberikan nilai tambah dalam hidup orang lain, maka kita akan tahu bagaimana caranya memperoleh uang. Dari beberapa list yang DailyReaders telah tuliskan di atas, sekarang tentukan satu ide yang menurut DailyReaders dapat memberikan kepuasan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain sehingga passion kita nantinya adalah sesuatu yang dapat memberikan nilai tambah dalam hidup seseorang.
Apakah DailyReaders sudah mendapatkan gambaran lebih jelas tentang bagaimana menemukan passion dalam hidup kita? Sekarang adalah langkah terpenting dari semuanya : lakukan. Kata itulah yang akhirnya membuat perbedaan antara orang yang sukses dengan yang tidak.
Sebagai penutup, saya akan kutip sebuah kalimat dari salah satu motivator favorit saya, Arvan Pradiansyah, “keinginan yang timbul dari hati kita untuk mendalami sesuatu adalah suatu pertanda dari Tuhan bahwa kita mampu untuk benar-benar mewujudkannya.”
So, free yourself to find your own passion!
*sumber ada pada penulis