Psychology Words of the day
"I" Message
Suatu pernyataan yang menggambarkan perasaan yang kita rasakan dan bagaimana perilaku seseorang mempengaruhi perasaan kita. Pada dasarnya, pesan ini merupakan salah satu cara yang membuat orang lain mau mendengarkan dan kooperatif. Pernyataan semacam ini adalah salah satu cara yang tidak judmental (menghakimi) dalam mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara lebih efektif.
No Room for Jam Karet!
Hari Sabtu….
“Dokternya mana sih, saya sudah nunggu 2 jam nih…!”
“Iya nih, tumben ya Dokter A belum datang juga jam segini, biasanya paling cepat jam 16.30 sudah datang.”
(Melihat ke jam yang sudah menunjukkan jam 17.15, lalu menengok jadwal praktek dokter di dinding yang tertulis pukul 16.00-19.00, kemudian berpikir, “Kalau paling cepat datang jam 16.30 kenapa tidak sekalian ditulis jadwal praktek pukul 16.30-19.00?”)
Hari Minggu…
(BBM ke S)
“Loe dimaneeeeeee, gue udah nunggu satu jam nih! Kan janjiannya jam 12.00, cape deh telat melulu!”
Hari Senin…
SMS berbunyi,
“Bu, maaf saya terlambat lagi, mungkin jam 09.00 saya baru sampai.” (Melihat ke jam sudah menunjukkan pukul 08.30, dan mengingat jam masuk yang sudah lewat setengah jam, ini kali ke-5 ia terlambat dalam bulan ini.).
Lelah, lelah, lelah, dengan si Jam Karet yang sungguh sangat banyak sekali berseliweran di kehidupan sehari-hari. Dari yang mulai terlambat wajar dalam 10 menit, sampai dengan terlambat yang sungguh sangat kelewatan, 2 jam! Anda pasti seringkali mengalami hal semacam ini, dan sudah pasti seringkali Anda dibuat tidak sabar, atau Anda sendirikah si Jam Karet?
Kenapa harus Ngaret?
Saya kenal dengan beberapa teman yang hampir ngaret di setiap janji, dan bahkan lebih parah lagi saya juga mengenal rekan kerja yang hampir ngaret di setiap tenggat waktu pekerjaan! Untuk beberapa orang ini, ngaret sudah merupakan sebuah pola perilaku yang berulang, sebuah kebiasaan, atau habit. Dan biasanya si Jam Karet ini sudah “mendalami” cap yang diberikan oleh teman-temannya kepada mereka dan hal ini semakin memperparah kondisi mereka.
Berdasarkan observasi dan diskusi dengan beberapa teman Jam Karet ini, banyak sekali alasan yang menyebabkan mereka harus ngaret, diantaranya :
1. Terlambat bangun pagi
2. Tidak mampu memperkirakan durasi sebuah pekerjaan dengan tepat – seringkali overekspektansi dalam memberikan janji
3. Menganggap bahwa orang lain akan terlambat, sehingga ikut-ikutan terlambat
4. Lebih suka ditunggu daripada menunggu
5. Lupa akan tugas/janji
Tidak ada Time Management = Bencana di dunia kerja!
Kebiasaan Jam Karet ini sungguh tidak baik, terutama lagi di dalam dunia kerja. Berdasarkan pengalaman saya di bidang Human Resources, hampir setiap perusahaan dan posisi mensyaratkan kompetensi yang anti sekali kebiasaan buruk ini, yaitu Time Management. Dalam kompetensi ini, seseorang diharuskan memiliki kemampuan dan keahlian untuk mengatur waktu pribadi (dan bahkan anggota tim – untuk posisi team leader) untuk mencapai sebuah tujuan/goal tertentu.
Bayangkanlah jika seorang Project Manager yang dituntut untuk memiliki kemampuan tinggi untuk mengontrol timnya dalam menyelesaikan sebuah project dalam waktu yang sudah ditentukan di dalam kontrak, namun ia memiliki Time Management buruk! Teguran bisa dipastikan satu bentuk hukuman yang diterima jika ia selalu ngaret dalam menyelesaikan project, dan tidak jarang pemecatan karena dianggap tidak kompeten pun bisa menjadi pilihan. Saya juga pernah kenal dengan seorang Manager yang sungguh sangat panik karena ditinggal oleh salah satu anggota tim terbaiknya, alasannya sungguh sangat sepele, Manager ini lupa akan janjinya untuk menaikkan gajinya di bulan ini! Dan saya yakin sungguh sangat umum ada beberapa kasus ketika pacar ngambek karena kekasihnya terlambat datang menjemput bukan? 

Ayo atur waktumu!
Tentunya Anda memahami bahwa setiap pekerjaan kita baik dalam kantor, rumah tangga atau sehari-hari lainnya memiliki tingkat urgensi dan kepentingan yang berbeda-beda. Yang pasti, jangan sampai kebiasaan atau cap Jam Karet bisa mengakibatkan kerugian bagi Anda dan orang lain. Training mengenai Time Management sudah sangat umum di beberapa training provider, training ini bisa Anda ikuti untuk membantu Anda menghilangkan kebiasaan buruk Anda.
Namun tidak ada salahnya Anda bisa memulai dari hal-hal dasar berikut untuk menghilangkan cap si Jam Karet dari Anda :
1. Biasakan bangun lebih pagi setiap hari, gunakan alarm jika perlu. Hari gini sudah tidak ada alasan karena macet, semua orang pasti terkena macet! 

2. Catat tugas dan janji Anda dan catat tenggat waktunya. Anda bisa menggunakan kertas/notes kecil yang selalu dibawa atau bisa gunakan peralatan elektronik Anda
3. Jangan takut untuk menolak tugas/janji jika Anda pikir tidak mampu menyelesaikan dengan tenggat waktu yang diminta.
4. Sembuhkanlah diri Anda dari kebiasaan proskastinasi (kebiasaan menunda pekerjaan sampai pada waktu akhir). Biasakanlah membuat timeline untuk sebuah pekerjaan yang memakan waktu panjang.
5. Gunakan metoda untuk memilah tugas yang penting atau tidak penting.
Salah satu metoda yang biasa digunakan adalah The Eisenhower method, dimana Anda bisa memilah tugas ke dalam kuadran-kuadran yang menunjukkan tingkat kepentingan dan tingkat urgency sebagai berikut :
.jpg)
Ingatlah bahwa Disiplin adalah kunci utama Anda untuk menghapuskan cap si Jam Karet! Dan ingatlah bahwa Waktu adalah Uang, janganlah membuang-buang ‘uang’ orang lain karena ketidakdisiplinan Anda!
*sumber ada pada penulis
Asthri Marisha Sidharta, S.Psi lulus di tahun 2005 dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Setelah lulus, Asthri banyak bergelut sebagai praktisi HR, berawal di Consulting Services Indonesia-Management Consultant dari KPMG Siddharta Siddharta Widjaja sebagai recruiter dan terakhir bekerja di PT. Metrodata Electronics Tbk, sebagai HR Business Partner Manager.
Saat ini Asthri - yang sedang mencoba mendidik diri menjadi Ibu Rumah Tangga yang bijak dan dewasa - juga aktif berperan sebagai part time writer, pelukis aliran ‘abstrak-ekspresionis-rada nyeleneh a.k.a tidak jelas-otodidak’ dan juga freelance HR consultant. Menjadi kontributor di www.dailypsychology.net diharapkan dirinya bisa mengaspirasi motto hidupnya yang setidakjelas lukisannya, ‘Your life is your canvas, paint it Bold!’
Contact Asthri: asthri_sidharta@yahoo.com
Response This Post
Terdapat kesalahan dalam pengisian form komentar, untuk lebih jelas lihat di bawah.

