Psychology Words of the day
"I" Message
Suatu pernyataan yang menggambarkan perasaan yang kita rasakan dan bagaimana perilaku seseorang mempengaruhi perasaan kita. Pada dasarnya, pesan ini merupakan salah satu cara yang membuat orang lain mau mendengarkan dan kooperatif. Pernyataan semacam ini adalah salah satu cara yang tidak judmental (menghakimi) dalam mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara lebih efektif.
Happy Dating!
Mayoritas dari DailyReaders tentu pernah mengalami atau mungkin saat ini sedang melalui masa pacaran, yang dalam Bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan dating. Kata orang, masa pacaran itu masa yang paling indah. Ungkapan yang sering dilontarkan adalah saat orang berpacaran maka serasa dunia hanya milik berdua, yang lain ngontrak. Lucu ya mendengar ungkapan lama itu. Namun, ungkapan tersebut tentu ada bukan tanpa sebab. Coba saja DailyReaders perhatikan orang yang sedang dilanda mabuk asmara. Saat sedang bersama pacarnya maka mereka akan saling tertawa, tersenyum, dan saling menggoda seakan tidak ada orang lain di sekitar mereka. Seseorang yang jomblo mungkin akan iri dibuatnya 

Apa itu Pacaran?
Mungkin sesaat pernah melintas di kepada anda, mengapa manusia perlu berpacaran, atau apa sebenarnya alasanya seseorang berpacaran. Sekali waktu saya melakukan survey secara acak kepada rekan yang sedang melalui masa pacaran. Apa arti pacaran bagi mereka? Mengapa mereka melakukannya? Menarik sekali dengan beragam jawaban yang saya dapatkan. Mayoritas menjawab bahwa mereka berpacaran untuk mempersiapkan secara matang sekaligus berkesempatan mengenal lebih dalam pasangan yang akan dipilih untuk menjadi pasangan suami/istrinya kelak. Namun, tidak sedikit pula yang menjawab bahwa dengan berpacaran mereka mendapatkan hubungan intimasi dari lawan jenis yang tidak didapat melalui pertemanan biasa. Well, harus diakui, dengan budaya timur (sedikit terkontaminasi budaya barat) seperti di negara kita, bergandengan tangan, berpelukan, dan berciuman adalah hal yang jamak dilakukan oleh orang-orang yang sedang berpacaran. Mungkin DailyReaders adalah salah satu nya 

Saya ingin mengajak DailyReaders untuk menilik pacaran dari kacamata psikologi. Melalui beberapa literatur, saya merangkum bahwa hubungan antara dua individu dapat dikategorikan sebagai pacaran apabila hubungan tersebut lebih dari sekedar pertemanan, telah ada komitmen antar dua individu tersebut sehingga membuat keduanya menghindari untuk menjalin hubungan (pacaran) dengan orang lain, yang di dalamnya terdapat kedekatan, serta melibatkan rasa cinta satu sama lain. Nah, sekarang coba DailyReaders melihat diri masing-masing. Apakah syarat-syarat tersebut telah dipenuhi? Bila saat ini anda mempunyai pacar lebih dari satu, mungkin anda belum tepat bila dikatakan sedang “berpacaran” 

Mengapa Pacaran?
Oke, sekarang mengenai alasan pacaran. Seperti yang saya katakan, bila melakukan survey secara acak, jawaban tentu akan beragam. Namun, bagaimana bila dari sudut ilmiah? Dua orang ahli Psikologi yang khusus meneliti mengenai perilaku pacaran bernama McCabe dan Rice mengemukakan beberapa alasan seseorang melakukan pacaran, antara lain adanya pengalaman seksual (kepuasan atau bahkan eksploitasi), fungsi dari interaksi dan aktivitas dalam hubungan antar lawan jenis (Companionship), dan adanya kesempatan untuk mengembangkan sebuah hubungan yang unik dan berarti dengan individu yang berlawanan jenis (intimasi). Ahli lain bernama Paul dan White menambahkan alasan pacaran dengan mengatakan bahwa seorang remaja melakukan pacaran sebagai salah satu bentuk dari interaksi peer yang dapat membantu remaja untuk memperjelas identitas dan mulai berpisah dengan keluarga mereka.
Lebih jauh lagi, saya juga mendapatkan hasil penelitian menarik dari dua ahli psikologi lain bernama Skipper dan Nass yang meneliti perilaku pacaran pada remaja. Hasil tersebut menyebutkan bahwa pada dasarnya pacaran mempunyai empat fungsi, khususnya bagi remaja, yaitu pacaran berfungsi sebagai sarana rekreasi, pacaran sebagai sumber status (pada masa remaja status merupakan hal yang penting), pacaran sebagai bagian dari proses sosialisasi dalam masa remaja, dan pacaran sebagai seleksi dalam mencari pasangan hidup dengan komitmen yang lebih tinggi dan sah yaitu pernikahan. Hm, ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan survey acak saya. Menarik sekali. Adakah alasan DailyReaders diantaranya?
Apa Tahapnya?
Tentu DailyReaders yang melalui masa pacaran mengetahui bahwa untuk mendapatkan seorang pacar tidak melalui proses yang mudah. Ada “tahapan-tahapan” yang perlu dilalui. Ada masa CCP (curi-curi pandang), masa pengenalan (atau minta dikenalkan oleh teman), masa PDKT (pendekatan), masa membangun rencana untuk “menembak”, masa menerima jawaban, dan terakhir bila sukses, masa-masa pacaran itu sendiri. Secara ilmiah, ternyata pacaran pun terdapat tahapannya, meski tidak serupa dengan yang saya jabarkan di atas. Masih dengan seorang ahli yang sama, McCabe menyebutkan bahwa ada tahapan yang dilalui dalam pacaran, dimana masing-masing tahapan menggambarkan perubahan kualitas dari hubungan. Tahapan-tahapan tersebut adalah :
1. Casual Outings
Pada tahap ini baik laki-laki maupun perempuan belum mempunyai pasangan yang tetap,
dan dapat berganti-ganti pasangan. Bila DailyReaders di tahap ini artinya anda masih belum siap untuk komitmen jangka panjang dan masih ingin memperpanjang waktu untuk mencari yang terbaik. Well, tidak ada salahnya kok, karena pada dasarnya semua manusia ingin mendapatkan yang terbaik untuk hidupnya. Satu syaratnya : Jangan terlalu lama di tahap ini!
2. Steady Relationship
Tahap ini adalah tahap dimana seseorang telah memilih satu pasangan yang tetap, sehingga membutuhkan komitmen yang lebih besar di antara pasangan dibandingkan tahap sebelumnya. Inilah tahap yang paling tepat disebut masa pacaran. Disini anda sudah siap untuk mengenal pasangan anda sekaligus berkomitmen dengannya. Akan tetapi, masa ini pulalah yang masa yang penuh dinamika dan pergolakan batin karena bagaimanapun pada akhirnya anda harus siap menjawab pertanyaan ini : Is he/she really the one?
3. Intimate Relationship
Tahap ini adalah tahap yang paling serius, karena telah mengarah ke suatu komitmen permanen seperti pertunangan atau bahkan pernikahan. Tahap ini akan DailyReaders lalui bila menjawab pertanyaan “Is he/she really the one?” Dengan jawaban YES! . Selamat saya ucapkan bila anda telah anda telah sampai di tahap ini. Namun, saya perlu mengingatkan, justru setelah tahap inilah yang disebut ujian sebenarnya. Tentu anda telah tahu tahap apa itu sehingga tidak perlu saya jabarkan lagi disini. Yup, nama tahap itu pernikahan!
Nah, selesai sudah sharing saya seputar pacaran dalam artikel singkat ini. Mudah-mudahan, DailyReaders menjadi lebih mengenal apa dan bagaimana pacaran tersebut. Tentu saja, tidak hanya mengetahui, namun juga melakukannya dalam kehidupan sebenarnya. Bagi saya, yang sedang berada di tahap intimate relationship, bila diijinkan untuk berbagi maka kunci keberhasilan pacaran hanya dua : Pengertian dan Komitmen!.
Apa kunci keberhasilan anda?
Happy Dating!
* sumber ada ada penulis
Response This Post
Terdapat kesalahan dalam pengisian form komentar, untuk lebih jelas lihat di bawah.

