counseling room

Psychology Words of the day

"I" Message

Suatu pernyataan yang menggambarkan perasaan yang kita rasakan dan bagaimana perilaku seseorang mempengaruhi perasaan kita. Pada dasarnya, pesan ini merupakan salah satu cara yang membuat orang lain mau mendengarkan dan kooperatif. Pernyataan semacam ini adalah salah satu cara yang tidak judmental (menghakimi) dalam mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara lebih efektif.

title

I'm Your BIGGEST Fan

Sudah hal yang umum jika para pelaku olahraga tidak hanya dikategorikan sebagai atlet, namun juga seorang selebritis. Bagaimana tidak. Banyak atlet yang amat memenuhi syarat untuk dikagumi seseorang. Wajah rupawan, badan atletis, kemampuan olahraga yang mumpuni, serta prestasi yang mengkilap tentu sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang tergila-gila dan memuja sedemikian rupa. Salah satu bentuk “pemujaan” tergila terhadap selebriti olahraga yang saya pernah ketahui -dan membuat saya sedikit mengernyitkan dahi adalah Iglesia Maradonia.
 
Berawal pada tahun 1998, saat segelintir pemuja Diego Armando Maradona, legenda hidup sepakbola asal Argentina, mendirikan Gereja Maradona, atau dalam bahasa setempat disebut Iglesia Maradoniana. Konon kabar terakhir menyebutkan bahwa penganut 'agama' Maradona ini telah mencapai angka 15.000 orang di seluruh dunia. Mereka memiliki kitab suci sendiri, yang tidak lain buku biografi Maradona. Masih kurang mengejutkan? Iglesia Maradoniana juga mengenal penanggalan sendiri yang dimulai dari tahun 1960, ketika sang legenda lahir. Jadi, tahun 2010 seperti saat ini masih masuk dalam 49 AD, After Diego. Tidak lupa, agar dianggap sebagai pengikut yang setia maka mereka berjanji akan menamakan anak-anak mereka dengan nama “Diego”.
 
Hm, mungkin DailyReaders mengernyitkan dahi atau menggeleng-gelengkan kepala saat membacanya. “Ada-ada saja” dan terlalu berlebihan mungkin begitu anda menggumam. Well, tapi begitulah fakta yang terjadi. Saat seseorang sudah tergila-gila padaseorang selebritis, maka hal-hal yang tidak masuk akal pun dapat dilakukan. Mengagumi memang sah-sah saja, namun hati-hati, jangan sampai terlalu berlebihan. Tahukah Anda bila berlebihan mengagumi atau memuja seseorang maka dapat mengalami dengan yang disebut Celebrity Worship Syndrome (CWS).
 
Apa itu CWS?
Sebelum saya jelaskan lebih lanjut mengenai CWS, coba DailyReaders jawab dulu pertanyaan berikut. Apakah anda mempunyai kenalan yang mengagumi seorang selebriti sedemikian rupa. Tidak hanya mengagumi, bahkan memuja-mujanya. Segala hal yang dilakukan oleh selebriti itu pasti Ia ketahui. Mulai dari aktivitas sehari-hari, gaya berpakaian, hingga kehidupan pribadi tak pernah terlewatkan olehnya. Ia begitu memujanya, sampai-sampai seperti “tiruan hidup” dari sang selebritis. Ia menghilangkan identitas diri sendiri dan melahirkan identitas baru persis seperti orang yang dikaguminya tersebut. Bila semua gejala itu muncul, waspadalah mungkin kenalan anda tersebut sedang mengalami CWS tadi. Penyandang CWS menjadi terobsesi begitu parah dengan seorang selebriti hingga harga diri mereka menghilang dan mengembangkan kecemasan. Mereka menjadikan selebriti sebagai subsitusi dari kehidupan nyata. Penyandang tidak memiliki hubungan nyata dengan orang lain, karena lebih mudah untuk mengikuti kehidupan orang lain daripada membentuk kehidupan diri sendiri.
 
CWS tersebut memiliki dimensi sendiri, berdasarkan tingkat keparahan mulai yang ringan hingga yang tergolong berat, yaitu :
 
a.            Entertainment-social  
Pada dimensi ini, sang fans mengagumi selebritis berdasarkan persepsi mereka terhadap kemampuan entertain atau kelebihan yang dimiliki selebritis tersebut. Seperti menyukai Ronaldo karena kemampuannya dalam bermain sepakbola atau fans dengan Robert Pattinson karena kegantengannya. Selain itu, dalam interaksi sosialnya mereka berteman dengan orang-orang yang menyukai selebritis yang sama, seperti mendirikan fans club kecil atau sekedar membicarakan dengan teman mengenai artis tersebut. Pada tahap ini masih dapat disebut ngefans dalam batas normal.
 
b.            Intense-personal
Di dimensi ini, sudah mulai timbul perasaan yang intens, berlebihan, dan kompulsif. Bahkan cenderung memiiki obsesi terhadap selebritis tersebut. Mereka bisa mengaku memiliki ikatan khusus -meskipun kenyataannya tidak- atau bersimpati berlebihan dengan sang selebritis. Mereka biasanya akan merasa sedih yang mendalam begitu mengetahui artis tersebut dipecat dari klub sepakbolanya atau merasa patah hati begitu mendengar ia punya pacar baru.
 
c.            Borderline-pathological
Tingkat yang terakhir, yang bisa disebut cukup parah, adalah saat seseorang memiliki tingkat obsesi yang berlebihan. Mereka terus memikirkan, bahkan memiliki fantasi-fantasi tidak masuk akal tentang sang selebritis. Bahkan sudah mulai ke arah delusional, seperti memiliki keyakinan bahwa Ia kenal dekat dan akrab, atau yakin bahwa sang selebritis akan siap membantu kapan saja diperlukan- meski, sekali lagi, kenyataannya tidak demikian.
 
Orang yang sedang didera CWS biasanya tidak menyadari bahwa dirinya telah terlalu berlebihan dalam mengagumi. Orang-orang di sekelilingnya-lah yang bisa membantu untuk mengingatkan dan menyadarkan.
 
Untuk mengetahui apakah DailyReaders atau orang lain tengah mengalami CWS maka bisa melihat ciri-ciri berikut:
1.            Apakah Anda atau kenalan Anda menjadi seperti “tiruan hidup” dari sang selebritis. Mengganti identitas diri sendiri dan melahirkan identitas baru persis seperti orang yang dikaguminya tersebut?
2.            Apakah karena begitu mengagumi sehingga membuat interaksi Anda atau kenalan Anda dengan keluarga dan teman menjadi terhenti karena selalu mengikuti perkembangan terakhir dari selebritis tersebut?
3.            Apakah Anda atau kenalan Anda selalu yakin bahwa sang selebritis terikat secara personal dan selalu terhubung dimanapun ia berada?
 
Apabila semua pertanyaan tersebut dijawab dengan “Ya”, maka perlu mulai diwaspadai adanya gejala CWS. Tindakan pertama yang dapat dilakukan oleh DailyReaders adalah dengan menyadarkan orang tersebut bahwa “pemujaan” terhadap sang selebritis telah terlalu berlebihan dan pentingnya untuk menumbuhkan identitas diri sendiri. Kuncinya adalah penyadaran bahwa penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri menjadi diri sendiri dan tidak berlindung di balik identitas orang lain! . Well, Selayaknya penikmat sepakbola, saya pun mempunyai pemain yang dipuja dan dikagumi. Roberto Baggio, striker kebanggan Italia, adalah pemain tersebut. Tapi, jujur saja, tidak pernah sedikit pun terpikirkan oleh saya untuk memelihara brewok dan memanjangkan rambut buntut kuda ala Baggio saat berlaga di Piala Dunia’94. Gak kebayang deh bagaimana penampilan saya nanti jadinya... 
 
*Sumber ada pada penulis

 

Jun 21, 2010 - 0 comment - 458 Views | Other Articles | By Arya Verdi Ramadhani
Facebook ShareTwitter Share
Response This Post

Terdapat kesalahan dalam pengisian form komentar, untuk lebih jelas lihat di bawah.

Captcha image