counseling room

Psychology Words of the day

"I" Message

Suatu pernyataan yang menggambarkan perasaan yang kita rasakan dan bagaimana perilaku seseorang mempengaruhi perasaan kita. Pada dasarnya, pesan ini merupakan salah satu cara yang membuat orang lain mau mendengarkan dan kooperatif. Pernyataan semacam ini adalah salah satu cara yang tidak judmental (menghakimi) dalam mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara lebih efektif.

title

Psikologi, Karena kamu so LOVEABLE

Saat itu adalah pertengahan tahun 2001, tahun menjelang kelulusan sehingga hal-hal seputar perkuliahan menjadi trending topics di SMA saya bersekolah. Kebetulan waktu SMA saya duduk tepat di belakang seorang rekan pria yang bisa dibilang cukup pintar di kelas. Selain pintar, ia juga orang yang cukup terencana, terutama mengenai masa depannya. Salah satu bukti adalah ia telah mantap dengan jurusan kuliah yang akan ia pilih, hal yang jarang terjadi pada siswa pria lainnya saat itu. Dalam suatu kesempatan perbincangan, saya mengetahui bahwa ia telah mantap untuk memilih satu jurusan. Pertama kali mengetahui mengenai jurursan yang ia pilih, saya sempat mengernyitkan dahi. Nama jurusan itu cukup asing di telinga seorang siswa pria SMA seperti saya yang bahkan belum menentukan Universitas yang akan dipilih. Jurusan tersebut tidak banyak dibicarakan oleh para guru ataupun pembimbing kursus selama saya bersekolah. Jurusan tersebut juga jarang dipilih oleh siswa, terutama pria. Jurusan yang pada akhirnya malah menjadi ilmu yang saya geluti sampai saat ini. Nama jurusan itu adalah “Psikologi”.
Waktu pun berlalu. Tepat 9 tahun telah berlalu. Saat ini saya telah memegang gelar sebagai seorang Psikolog. Sebagai orang yang menggeluti ilmu ini, saya masih merasakan bahwa Psikologi tetap belum cukup “populer” di kalangan masyarakat. Masih banyak terjadi salah kaprah dan salah menafsirkan Psikologi sebagai disiplin ilmu. Hal yang paling umum terjadi adalah mengira Psikologi sebagai bagian dari ilmu ramal sehingga lulusannya dianggap bisa mengetahui kepribadian seseorang hanya dengan melihat tangan atau menyentuh kepalanya. Well, bad news, it’s a Hoax! . Bila saja hal-hal yang disebutkan di atas benar diajarkan selama saya mendalami Psikologi, mungkin saya sudah mapan dan kaya sekarang. Cukuplah memasang iklan di televisi sebagai berikut : Reg (Spasi) Ramalan (Spasi) Psikolog, maka kemungkinan pundi-pundi uang pun akan mengalir dengan derasnya. Wah, asyik dan mudahnya…
Masyarakat tentu tidak bisa disalahkan bila mempunyai persepsi semacam itu. Pengertian yang salah mengenai ilmu Psikologi telah terlanjur beredar di kalangan masyarakat awam selama bertahun-tahun. Sayangnya, sesuatu yang dianggap lazim selama bertahun-tahun, meskipun salah, akhirnya bisa dinilai sebagai kebenaran kan?. Tambahan lagi, penyebaran informasi atau kampanye pengenalan mengenai Psikologi itu sendiri masih jarang dilakukan. Salah satu alasan adalah karena tidak sedikitnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal semcam itu. Namun, sekarang zaman telah berubah. Dengan maraknya dunia internet. informasi telah sedemikian mudahnya untuk diakses sehingga tidak ada lagi alasan bagi lulusan Psikologi untuk tidak melakukan “kampanye” pengenalan seputar ilmu tersebut. Untuk membenarkan persepsi masyarakat terhadap Psikologi, tidak bisa tidak haruslah dilakukan oleh orang-orang yang mempelajari ilmu itu sendiri. Nah, melalui artikel ini, That’s exactly what im trying to do… 
 
Rekan-rekan saya dari satu profesi seringkali berkata bahwa Psikologi itu bukan hanya sekedar sebuah ilmu yang dipelajari di dunia perkuliahan. Prinsip dari Psikologi bisa kita temukan dalam situasi sehari-hari. Misalnya, Iklan di televisi atau iklan media yang tiap hari anda lihat. Pembuatnya sedikit banyak menggunakan ilmu Psikologi untuk mempersuasi seseorang agar membeli produk tertentu dengan mempermainkan persepsi sedemian rupa. Atau, apabila anda memiliki masalah dengan pasangan atau keluarga, maka Psikologi dapat memberikan alternatif jawaban untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Saya setuju dengan pendapat rekan-rekan saya tersebut.
 
Bagi saya, Psikologi itu ilmu yang akrab dan menyenangkan. Akrab karena ia amat dekat dengan kita. Hal-hal yang manusia pikir, rasa, dan lakukan sehari-hari dapat dijelaskan dengan baik oleh Psikologi. Menyenangkan, karena kita tidak hanya belajar mengenai suatu ilmu, tapi sekaligus belajar mengenai diri sendiri. Bagaimana tidak? Psikologi itu kan mempelajari manusia maka sama saja kita belajar diri sendiri bukan?. Bila kita melakukan personifikasi terhadap Psikologi sebagai seorang sahabat, maka ia adalah sahabat yang ramah, memahami kebutuhan kita, dan bersedia membantu setiap permasalahan kita. Singkatnya, ia adalah sahabat yang Loveable. Bahkan orang yang baru mengenal akan mudah jatuh cinta kepadanya, apalagi yang telah bertahun-tahun!
 
Seakan ingin lebih membuktikan bahwa Psikologi is so Loveable, saya iseng-iseng melontarkan kalimat berikut pada jejaring sosial twitter :
 
“dear tweeps, isi survey kecil2an ini ya..alasan knp lo jatuh cinta dgn psikologi?”
 
Wow, tidak sangka banyak yang me-Reply tweet tersebut. Dari banyaknya balasan yang diterima, saya ambil beberapa yang paling menarik. Oiya, kalimat di bawah saya ambil apa adanya, tanpa ada sedikitpun yang diubah :
 
1.    karena semakin membuka hati,pikiran,mata gw akan dunia manusia..real world.
2.    karena pengetahuan yg didapat dr situ bkn cm bisa dipake untuk kerja sesuai dgn yg dipelajari tp jg untuk yg 'bekerja' :)
3.    karena bisa diaplikasiin ke kehidupan sehari-hari, baik buat sendiri maupun orang lain
4.    bisa memperbaiki diri sendiri
5.    gw jatuh cinta ama psikologi karena psikologi ada dimana2. Setiap hal bisa menjadi point of interest!
6.    krn ilmu psikologi bs dkawinin dgn bnyk ilmu lain dan bs untuk smua makhluk yg punya akal dr piyik ampe tuwir
7.    ga byk kerjaan yg 'ga sesuai sm jurusan gw'
8.    Bisa menghormati orang lain karena belajar kalao tiap manusia itu unik
 
Beragam dan unik jawabannya. Masing-masing mempunyai kesan tersendiri setelah mempelajarinya, meskipun ada sebagian dari mereka yang bukan lulusan psikologi. Namun intinya sama. Mereka semua menjadi jatuh cinta karena Psikologi itu “It’s So Me”. Dekat dan memahami diri mereka sebagai seorang manusia yang menjalani berbagai peran berbeda di lingkungannya. Menarik ya?
 
Pada dasarnya semua ilmu itu baik dan berguna bagi manusia. Begitupun Psikologi. Namun perbedaannya, seperti yang telah disebutkan di atas, saat seseorang mendalami Psikologi maka ia tidak hanya sekedar mempelajari sesuatu, tapi sekaligus mempelajari dan memahami dirinya sendiri, khususnya dalam perannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Intinya, selama masih melibatkan manusia, maka selama itu pula Psikologi dapat berguna.
Gak percaya? coba deh. Tapi saya tidak tanggung ya, kalau anda jadi begitu mencintainya.

  *Sumber ada pada penulis

Jun 1, 2010 - 5 comment - 794 Views | Other Articles | By Arya Verdi Ramadhani
Facebook ShareTwitter Share
 Comments

Nice article to reconstruct public perception about "psychology", Ver. Light and a crunchy one :)

Tigo on Sunday, Jun 6 2010 | 12:43 PM

yes, I really Love psychology.... dan amat sangat bangga menjadi mahasiswi psikologi....

Fifi on Sunday, Jun 6 2010 | 01:04 PM

Selamat Ver, atas situsnya! sukses ya btw, cerita di paragraf 1 tentang siapa tuh? :D

FA Triatmoko HS on Monday, Jun 7 2010 | 09:13 AM

@tigo : terima kasiih,,dtunggu lho kontribusinya dlm bentuk artikel2 :) @fifi : saya juga cinta dan bangga jadi anak psikologi :) @moko : thx mok, jangan lupa janjinya untuk ikut nulis artikel lho..paragraf 1 tentang temen saya mok..anda ga kenal :)

aryaverdi on Tuesday, Jun 8 2010 | 12:52 AM

yes..I Love Psychology....

irma on Wednesday, Oct 6 2010 | 04:02 PM
Response This Post

Terdapat kesalahan dalam pengisian form komentar, untuk lebih jelas lihat di bawah.

Captcha image