Psychology Words of the day
"I" Message
Suatu pernyataan yang menggambarkan perasaan yang kita rasakan dan bagaimana perilaku seseorang mempengaruhi perasaan kita. Pada dasarnya, pesan ini merupakan salah satu cara yang membuat orang lain mau mendengarkan dan kooperatif. Pernyataan semacam ini adalah salah satu cara yang tidak judmental (menghakimi) dalam mengkomunikasikan perasaan dan pendapat secara lebih efektif.
Redaksi
e-mail me:
aryaverdi@dailypsychology.net
Pria yang akrab dipanggil Verdi ini adalah seorang Indonesia tulen yang pada tubuhnya mengalir dua suku bangsa, yaitu Bali dan Jawa. Meski demikian, ia mengaku tidak bisa berbahasa kedua daerah tersebut karena hidup di Jakarta sejak lahir. Verdi, panggilan akrabnya, pada awalnya tidak pernah terpikir untuk menggeluti Ilmu Psikologi sebagai keahlian utamanya. Akan tetapi, jalan hidup pula yang akhirnya mengantarkan dia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 2006. Tidak berhenti disitu, tak lama kemudian-tepatnya pada awal tahun 2007, pria yang memiliki hobi menulis, membaca, dan sepakbola ini, meneruskan pendidikan pada Program Profesi Psikologi Universitas Indonesia dengan kekhususan Klinis Dewasa. Tepat dua tahun kemudian, dirinya berhak menyandang gelar Psikolog.
e-mail me:
seto.ery@dailypsychology.net
Pria kelahiran 23 September 1983 ini menyelesaikan pendidikan Pascasarjananya di Fakultas Psikologi jurusan Klinis Dewasa Universitas Indonesia pada tahun 2009. Pria yang dalam forum-forum di internet seringkali menggunakan nickname Xett, Xetto, atau Xetto Skywalker ini memiliki ketertarikan kepada dunia maya. Ia bahkan memutuskan untuk menjadikan “Adiksi pada Internet” sebagai topik pembahasan pada tugas akhir pascasarjananya. Meski ia mengemban pendidikan sampai S2 namun dunia pendidikan sebenarnya tidak terlalu menarik baginya. Namun ia melihat Psikologi merupakan salah satu pilihan yang paling menarik dari dunia yang baginya tidak menarik tersebut. Penggemar board game dan video game ini memiliki jiwa yang bebas dan tidak menyukai suasana formal dan kaku. Ia menjunjung tinggi kreatifitas dan kebebasan berekspresi. Pria pencinta musik The Beatles dan metal yang juga seorang fotografer itu memiliki cita-cita sebagai orang yang memiliki hidup yang efektif. Baginya yang penting itu Work Smart dan bukan Work Hard.
e-mail me:
jali@dailypsychology.net
Anak kedua dari tiga bersaudara ini memiliki concern terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan anak dan telah berkecimpung dalam kegiatan pendidikan bagi anak-anak sejak masa sekolah dulu. Ia pernah menjadi pengajar relawan bagi anak-anak korban penggusuran di kampung nelayan Kali Adem dan pengajar character building di sebuah sekolah gratis di Jakarta. Rizal meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa dimulai dengan memberikan pendidikan yang terbaik sejak masa kanak-kanak. Untuk menutup sesi perkenalan ini, inilah salah satu prinsip dalam hidupnya yang dapat dibagi untuk anda semua, “you can’t always be the best, but you can always do your best”.
e-mail me:
andita@dailypsychology.net
Satu-satunya wanita di tim Daily Psychology, yang lahir di Ujungpandang pada tanggal 23 April 1983 ini mengetahui keberadaan ilmu psikologi ketika SMA dari salah satu episode acara TV favoritnya, Friends.Meski psikolog dalam sitkom tersebut di gambarkan sebagai sok tahu dan menyebalkan namun ia melihat sisi menarik dari ilmu yang dapat memahami perilaku dan pola pikir manusia. Sejak itu, wanita yang memiliki hobi menonton, bikin kue dan cross stitching ini memutuskan untuk mengabadikan hidupnya untuk mempelajari dan mengembangkan ilmu tersebut.
Ia memulainya dengan berkuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 2001 dan menyelesaikan studinya 4 tahun kemudian. Ia lalu melanjutkan ke Pascasarjana Universitas Indonesia dengan jurusan Profesi Psikologi Klinis Dewasa pada awal tahun 2006 dan lulus tahun 2008. Dari sekian fenomena yang ia pelajari, ibu dari satu anak ini memiliki ketertarikan khusus terhadap dinamika perkembangan remaja dan dinamika hubungan keluarga dan bercita-cita untuk menjadi family therapist.
Meski sekarang lebih banyak berkegiatan di rumah, ia pernah menjadi associate psychologist di Berbagi, sebuah biro konseling di klinis di daerah Ragunan. Saat ini ia lebih fokus untuk menjadi ibu, menulis untuk Daily Psychology dan menjadi associate di Family DISCovery sebagai penerjemah laporan psikologi.
